Klarifikasi Berita (Tafsir Surat Al-Hujurat 6-10)

Kamis, 31 Mei 2012

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (6) وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ (7) فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (8) وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (9) إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (10)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat..


Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman yang makanya: Wahai orang-orang yang beriman, orang yang memiliki sifat keimanan, membenarkan kitab Allah, mengimani Rasul-Nya, mengetahui dengan yakin bahwa apa yang dibawa oleh Rasulullah kepada kamu adalah benar dari sisi Allah, janganlah kamu mendengar setiap berita, jangan pula kamu membenarkan setiap orang, tapi kamu selidiki dulu, dan kamu klarifikasi urusan tersebut, sebelum kalian menimpakan musibah kepada saudara-saudara kalian yang beriman disebabkan berita yang belum diselidiki kebenarannya (validitasnya), dan disebabkan ucapan yang belum kamu pastikan kebenarannya, sehingga menyebabkan kamu menyesal, apa yang luput dari kamu, tetapi pada saat itu penyesalan sudah tidak lagi berguna (karena sudah terlanjur).

Dan ketahuilah, wahai orang-orang mukmin, di tengah-tengah kalian ada seorang tuan yang terhormat, nabi yang diagungkan, yaitu Muhammad SAW, orang yang makshum, terjaga, tidak berbicara dari hawa nafsunya, dimana Allah telah memberitahukan hal-hal yang tersembunyi kepadanya. Maka janganlah kamu berupaya agar beliau condong kepada pendapatmu. Sebab jika beliau memenuhi permintaan kamu agar condong kepadamu dan mentaati apa yang kamu isyaratkan kepadanya, kamu justru akan terjatuh pada kesulitan dan kebinasaan. Tetapi Allah dengan nikmat dan karunia-Nya, menjaganya dan menjaga kalian dan menyinari pandangan hari para pengikut beliau yang beriman, dan Allah membuat mereka mencintai keimanan dan Allah membuat mereka membenci kekufuran, kefasikan, dan kekufuran. Dan Allah menunjukkan kepada mereka jalan kebaikan dan kebahagiaan.

Akibat mendengar berita bohong
Kemudian Allah menyebutkan akibat mendengar semisal berita-berita yang dipalsukan (akan muncul) berupa pertengkaran, saling membenci, bahkan sampai pada saling membunuh. Maka Allah berfirman: apabila kamu wahai orang-orang beriman melihat dua kelompok dari saudara-saudara kamu cenderung kepada peperangan dan permusuhan, curahkan kesungguhan kalian untuk mendamaikan antara keduanya, ajaklah keduanya mengikuti hukum Allah. Apabila salah satu dari keduanya melampaui batas sehingga melakukan kedzaliman dan kesewenang-wenangan, dan menginginkan berbuat dzalim di muka bumi ini, perangilah orang yang seperti itu. Sehingga kelompok tersebut kembali kepada jalan yang lurus dan ridha terhadap hukum Allah, menjauhkan diri dari berbuat yang melampaui batas dan menjauhi permusuhan. Jika mereka sudah menahan diri dari permusuhan maka damaikanlah mereka berdua dengan adil, karena mereka adalah saudara kamu juga. Termasuk kewajiban umat Islam adalah mendamaikan di antara saudara-saudaranya. Mereka tidak membiarkan terjadinya kebencian yang menjalar, juga tidak membiarkan mereka terjadinya perpecahan yang akan bekerja memecah belah persatuan. Karena orang-orang mukmin adala saudara, mereka disatukan oleh ikatan iman. Dan disana tidak ada jalan menuju kepada mengembalikan kemurnian kecuali dengan ishlah di antara dua kelompok yang sedang bertikai. Itulah jalan menuju kemenangan, keberuntungan dan keberhasilan. Dan bertakwalah kepada Allah agar kalian mendapatkan rahmat-Nya, dan kalian berbahagia dengan ridha-Nya dan pertemuan dengan-Nya.

Diterjemahkan dari Kitab Tafsir Rawaiul Bayan oleh Ain NurWS
(Hasil kuliah dengan ustadz Zaini Munir F)

 
Back to Top