SALON KEPRIBADIAN THALIBAT SERI 5a (YANG MENGHANYUTKAN)


Ngelamun
Ngelamun yang saya maksud disini adalah mengkhayal. Ini beda dengan merenung yang memikirkan. Ngelamun disini dia hanya berangan-angan tanpa tujuan yang jelas. Kalo gitu semua orang juga tahu kalo ngelamun alias mengkhayal ini sebenarnya nggak baik. Ngelamun hanya akan menghabiskan waktu kita. Siapapun orangnya kalo ngelamun pasti ditegur oleh orang-orang dekatnya yang menyaksikannya. Bahkan mungkin orang lain juga akan menegur ketika melihat kita ngelamun. Coba bandingkan dengan kerjaan-kerjaan lain yang meskipun salah, kadang orang lain bahkan orang-orang dekat kita sungkan untuk menegur karena alasan tertentu. Sedangkan ketika kita ngelamun, orang lain yang melihat kita nggak akan tinggal diam. Ya karena sangat buruknya efek ngelamun itu.

Salon kepribadian thalibat seri 4 (KECUALI DENGAN ENAM)


Sebuah mahfudzat yang indah dan perlu kita renungkan..

Ya akhi lan tanaalal ‘ilma illaa bi sittatin:
Dzikaa’in wa hirsin waj tihadin wa dirhamin wa shohibil ustadzi wa thuliz zamani
(wahai saudaraku, kamu tidak akan meraih ilmu kecuali dengan enam: cerdas, keinginan kuat, kesungguhan, dirham, bersahabat dengan ustadz, dan waktunya lama)
Bukan masalah indahnya mahfudzat ini. Namun maknanya yang mendalamlah yang perlu kita renungkan. Yupz, kita yang dikatakan sebagai calon ulama dan sedang digodok di pesantren kita masing-masing, penting untuk mengambil motivasi ini. Agar kita semakin mantap dengan proses kita menuntut ilmu. Motivasi semacam ini lah yang mampu mengembalikan semangat kita yang kadang atau sering turun di tengah jalan. So, mari kita urai mahfudzat di atas.

SALON KEPRIBADIAN THALIBAT SERI 3 (UDAH TERLANJUR)


Yang merasa disekolahin di pesantren atau di pendidikan ulama dan semacamnya.. di manapun percetakan yang kita tempati berada maka kita adalah calon ulama. prens, karena kita udah terlanjur ‘nyemplung’ di Pendidikan Ulama ini. Apapun yang terjadi, apapun sistem yang dijalankan, itulah yang mesti kita hadapi. Jangan lari, jangan mengeluh wahai calon ulama.
Hidup itu pilihan. Itulah tiga kata yang terrangkai menjadi satu kalimat yang sangat populer di telinga kita. So, kenapa mesti disesali kalo kita udah nentuin pilihan mau sekolah di pesantren? ya,, meskipun toh kita dulu Cuma main-main dan setengah hati mau disekolahin di Pendidikan yang lain daripada yang lain ini. Tapi mau gimana lagi, masak kita mau mempermainkan sistem? Masak kita mau mengecewakan ortu sama ustadz-ustadz kita? Masyaallah..

Salon kepribadian thalibat seri 2 (MEMASUKI PESANTREN)


Saudaraku, siap-siap ya kita akan masuk ke sebuah pesantren. Kita perlu membahas sedikit tentang hal-hal yang mesti dipersiapkan sebelum kita masuk percetakan ulama ini. Sebaiknya kita nggak gegabah untuk masuk pesantren. Kita persiapkan semuanya baik jasmani maupun ruhani. Ok, langsung saja..!
PESANTREN
Kita mesti tahu dong apa itu pesantren. Beragam pandangan tentang sebuah tempat bernama pesantren ini. Siap-siap kalo mau jadi penghuni pesantren. Karena menurut para penikmat dunia tempat ini bukan surganya. Menurut para pemburu nafsu ini juga bukan tempat yang paling menyenangkan. Dan bagi para pejuang kebebasan ini adalah penjara. Jangan sampai masuk tempat ini jika hanya bernafsu dengan gemerlapnya dunia. So, pikir-pikir dulu kalo mau tinggal di tempat yang namanya pesantren, kawan.

Salon kepribadian thalibat seri 1 (MUQADDIMAH)


Tulisan ini sebenarnya sudah lama ingin aku share. Bukan buat siapa-siapa, tapi buat diriku sendiri dan teman-teman yang ada di asrama tercinta, Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Puteri Yogyakarta. Bersyukur sekali aku jadi satu di antara thalibat yang diberi kesempatan menimba ilmu di sini. Dulu sempat aku tulis buku berjudul “Cetak Ulama”. Tapi belum jadi, karena berbagai macam alasan, hehe. Alhamdulillah, masih ada file-nya. Ternyata file ini terakhir diedit pada tanggal 25 Nopember 2011. Bayangin! Udah dua tahun lebih tulisan itu ditorehkan, tapi tidak ada yang membaca kecuali aku sendiri. sayang banget kan? So, daripada aku tunda-tunda lagi. Mumpung masih ada umur. Aku share ke teman-teman ya... siapapun deh, boleh baca dan komentar.

PULANG ATAU TETAP DI PUTM?



Pagi itu seperti biasanya, aku pulang dari pasar langsung menuju dapur. Lauk dan sayur untuk sarapan pagi telah siap. Lauk dan sayur ntukku dan ustadz Ahmad diletakkan di etalase yang berdiri di sebelah dinding timur dapur. Aku segera ambil dua piring untuk nasi, sayur dan lauk ustadz Ahmad. Setelah lauk dan sayur siap, aku menghampiri beliau untuk meminta izin meletakkan makanan itu di kamarnya Gad. Beberapa saat kemudian terdengar suara piring dan sendok yang beradu pelan dari bilik kamar Gad. Asrama ini semakin terkesan sepi pagi ini. Ya, karena kemarin sebagian thalibat (santri) mohon izin pulang ke kampung halaman masing-masing untuk ikut pemilu.

PILIH MANA, UANG KERTAS ATAU UANG EMAS?


Minggu, 30 Maret 2014

Pada pertengahan Maret ini, tepatnya tanggal 14-15 Maret 2014 (hari Jum’at-Sabtu) aku diundang dalam acara yang cukup keren, yakni International Seminar on Developing Global Islamic Monetary System In Consonant With 33rd Anniversary of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Acara ini terselenggara atas kerjasama UMY, MTT PP Muhammadiyah, Yayasan Pengurusan Ilmu Malaysia, dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia. So, biar acara ini nggak berlalu begitu aja, aku tulis di blog ini sebagai kenang-kenangan sekaligus oleh-oleh dari duduk manis di ruangan ber-AC selama dua hari itu. Meski aku hanya bisa menyimak sedikit sekali dari apa yang disampaikan oleh pemateri maupun moderator dan para peserta seminar yang semuanya itu berbahasa Inggris. Pembaca pasti sudah bisa menebak, hal  ini lantaran kemampuan bahasa Inggrisku yang payah...

 
Back to Top