FILOSOFI BEKERJA

Bekerja bukan hanya masalah materi
Bekerja itu bersyukur, mendayagunakan potensi kebaikan yang diilhamkan oleh Allah
Bekerja itu menebar energi positif
Bekerja itu membantu orang lain, meringankan beban sesama muslim
Bekerja juga berdakwah
Bekerja itu mengembangkan diri
Bekerja itu membuat diri lebih baik
Bekerja juga memicu berfikir positif
Bekerja itu menikmati tantangan yang ada
Bekerja itu belajar memahami orang lain
Bekerja itu menikmati berlalunya waktu
Bekerja itu memampukan diri bersedekah
Bekerja itu mengangkat derajat dari peminta menjadi pemberi
Bekerja itu menjaga kehormatan diri
Bekerja itu melawan kemalasan
Bekerja itu mengusir sakit
Bekerja juga menghibur diri, mengusir kesedihan
Bekerja itu menggugurkan dosa-dosa khusus yang hanya bisa gugur seiring gugurnya keringat karena kerja keras
Bekerja itu menjadikan kita mukmin yang kuat, bukan mukmin yang lemah
Bekerja itu.... tinggal bagaimana kamu memilih pekerjaan kemudian memaknainya dengan positif
Kenapa masih diam? Kenapa belum bekerja?

Gresik, 06 Agustus 2015
Di perpustakaan sekolah, ditemani lagu-lagu lawas dari mp3 pak bagus

Ain Nurws

Wednesday, August 5, 2015
Tag :

KISAH KAKEK TUA PENCARI KEBENARAN



Kakek tua itu dulunya adalah seorang pemuda yang dihormati di kampungnya. Ia memimpin diba’an, sholawatan, dan berbagai ritual ibadah lainnya di kampung halamanya sebelum ia menikah. Tapi semenjak ia menikah dengan perempuan pujaan hatinya, ia mulai mengubah haluan praktik-praktik ibadahnya menjadi tidak seperti dulu lagi. Bukan karena apa-apa, tidak ada yang memaksa, tapi atas kesadaran ilmunya yang terus berkembang. Ia pun hijrah ratusan kilometer dari tempat kelahirannya, demi mendampingi istrinya yang harus merawat nenek dan kakeknya yang sudah renta. Dan pada akhirnya ia dan istrinya mendapat hibah rumah dan beberapa petak sawah peninggalan nenek dan kakek yang dirawatnya.

Di sebuah sawah tempat ia bekerja pada seorang pemilik ladang terluas di kampung istrinya, ia berdiskusi tentang bagaimana praktik sholat menurut ajaran Rasulullah SAW. Sang pemilik sawah yang juga seorang ustad pun menjelaskan demikian dan demikian sebagaimana hadis Rasulullah SAW. Kakek tua yang dulu masih muda itu pun terus bertanya tentang budaya keagamaan yang berkembang di masyarakat yang demikian dan demikian, sang ustad pun menjawab bahwa ada praktik ibadah yang dikira itu ibadah padahal hanya peninggalan budaya hindu-budha, namun masyarakat masih sulit menghilangkannya dikarenakan budaya itu sudah melekat pada dirinya dan keluarganya.

Suatu hari, ketika kakek tua ini telah benar-benar menjadi seorang kakek, usianya telah senja mestilah anaknya sudah pada dewasa. Ia dibelikan oleh anaknya buku-buku tanya jawab agama terbitan suara Muhammadiyah. Jangan berfikir beliau adalah pimpinan Muhammadiyah, bahkan NBM saja beliau tidak punya. Tapi beliau ini gigih sekali. Hampir setiap pagi dan sore sebelum dan sesudah mengunjungi ladangnya, beliau sempatkan membaca buku tanya jawab agama. Alhasil, beliau merasa harus menyampaikan apa yang beliau baca dari buku tanya jawab tersebut.

“Pak ustadz, mohon maaf, saya hanya bertanya. Kenapa jamaah di tempat lain ketika shalat jenazah mengangkat tangan ketika takbir setelah takbir pertama sedangkan jamaah kita tidak pakai takbir?”, tanya sang kakek tua. Sang ustad pun menjawab “karena dari dulu praktik shalat jenazah ya begini, pak.”. sang kakek tua lalu berusaha menjelaskan, “Tapi saya membaca di buku tanya jawab agama, ada pakai mengangkat tangan ketika shalat jenazah,”. Sang ustad pun menjawab “Kalau begitu saya akan baca buku tersebut. terima kasih masukannya pak.” Sambil tersenyum lalu mereka pun berpisah.

Sang kakek tua ini semakin hari semakin kritis dengan membaca buku-buku dan majalah yang dibelikan oleh anaknya. Beliau semakin gemar membaca, dibantu dengan kaca matanya. Beliau menyampaikan kepada anaknya “Kita ini sebagai umat Islam, jangan suka ikut-ikutan dalam praktik ibadah. Kita harus berusaha mencari tahu bagaimana sebenarnya Rasulullah melakukan shalat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya.” Sang anak pun mengiyakan.

Namun tidak semua orang bisa menerima kritik dan saran dari kakek tua ini. Merasa pendidikannya lebih tinggi sedangkan si kakek tua ini ijazah SD pun tidak punya, mana mungkin kebenaran bisa mampir di kepalanya, pikir orang yang pendidikannya lebih tinggi tersebut. ketika si kakek tua memberi saran, dia pun menjawab “Ini yang benar menurut yang saya pelajari, anda mengaji di mana bisa ngomong seperti itu.”, atau ada lagi yang berkomentar “baru tau satu hadis saja sudah sok pintar.”

Beruntungnya si kakek tua ini tidak pernah patah semangat. Ia terus mencari dan mencari kebenaran lewat membaca dan mendengarkan pengajian. Ia juga menyimak dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan orang lain dalam forum kajian. Sayangnya sang kakek tua tidak pandai berbicara di depan umum. Ia hanya menyimak, dan menyampaikan kepada yang bersangkutan apabila ia tau ada yang tidak sesuai dengan yang diajarkan Muhammadiyah.

Ada kalanya sang kakek tua ini dijadikan sebagai imam shalat fardhu, bahkan shalat tarawih. Kalau adzan memang sejak muda beliau ini gemar adzan. Sampai tua pun masih sering adzan. Pada tahun ini sang kakek tua namanya sudah tidak tercantum lagi di daftar imam shalat tarawih. Ada yang protes kenapa nama kakek ini tidak dimasukkan sedangkan imam-imam lain yang bacaannya masih jauh lebih baik kakek tua ini daripada mereka kok namanya tercantum. Kakek tua ini hanya tersenyum. kakek tua sama sekali tidak menginginkan jabatan, pengakuan dari orang lain.

Kakek tua ini terus melihat masyarakat yang semakin berkembang. Dan tidak pernah ia berhenti mengkritisi dan memberi saran tanpa ada rasa putus asa meski diremehkan. Ia tetap merasa wajib menyampaikan, tanpa ada rasa memaksa orang lain harus mengikuti sarannya, tanpa emosi membara ketika orang lain berpendapat berbeda. Hanya senyumnya yang tetap terbaca dari sudut-sudut lesung pilinya yang sudah keriput.

Gresik, 25 Juni 2015

Di ruang tamu, ketika libur awal ramadhan.
Sunday, August 2, 2015

MAKNA TERIMA KASIH


Ini adalah tulisan motivasi. Tentang diri yang perlu banyak diperbaiki. Tentang hati yang perlu banyak siraman ruhani. Tentang jiwa yang perlu banyak direnungi. Tapi aku tidak sedang ingin berpuisi. Ini adalah sebuah makna dari kata terima kasih.

Agak kalem ya kali ini..
Ah, biasa aja....
Ok.. Ok..

Kita sering mengucapkan kata terima kasih. Tapi tahukah kita makna terima kasih yang lebih dalam. Bukan hanya memberikan apresiasi pada orang yang telah memberi kita sesuatu baik materi maupun non materi. Tapi terima kasih... duh, maknanya tuh sebenernya dalem euy...
Tuesday, June 9, 2015
Tag :

JUNI OH JUNI

Bulan juni bulan yang istimewa (yey, emang tiap bulan nggak istimewa?), bukan gitu jeng... setiap bulan itu istimewa.. yah, I see.. makanya tadi aku belum selesai ngomong. Emang bulan ini istimewa, dan bulan-bulan lain punya keistimewaan tersendiri. Pokoknya semua bulan istimewa dan indah (bagiku.. hihihi :D)

Bulan Juni ini aku belum nulis apa-apa ya padahal udah tanggal 9 Juni. Yapz, hari ke sembilan di bulan ke enam tahun dua ribu lima belas (hhh.. kayak nulis berita acara ujian nasional aje).
Tapi tenang, bulan Juni ini aku akan nulis.

udah itu aja. aku akan nulis. inget ya.. aku segera posting tulisan. kalo aku nggak nepatin silakan datengin saya dan bilang "hey, bajaj lo.. katanya nulis, jangan omdo plis !"

KETIKA KAU MASIH SENDIRI


Banyak pertanyaan yang datang ketika usia sudah 23 dan akan menginjak 24 ini, "Kapan nikah?". Mungkin sudah tak terhitung (karena nggak pernah niat mau menghitung). Pertanyaan itu bisa jadi memang sebuah pertanyaan kepedulian melihat gadis seusiaku belum menikah. Sayang mungkin ya.. ahaha.. Bisa juga karena kasihan, atau ada maksud lain, pengen jadi mak dan pak comblang.
Friday, May 22, 2015

KETUPEL

Ini pertama kalinya aku jadi ketua pelaksana sebuah kegiatan. Ya, kali ini aku ditunjuk oleh ketua majelis dikdasmen PCM GKB untuk menjadi ketua panitia Baitul Arqam guru dan karyawan tiga sekolah serta pengurus majelis dikdasmen ini. Hadooh.. rejeki apa ujian ya? Bisa jadi dua-duanya. Sepertinya rejeki lebih menyenangkan.

TANAH SONDER


Kalian tahu apa itu sonder?

Beberapa hari yang lalu tepatnya ketika hari minggu (17 Mei 2015) ketika aku pergi ke pasar dengan kakakku aku melewati jalan yang kanan kirinya hanya terhampar sawah. Jalan ini adalah salah satu jalan yang menghubungkan desaku ke jalan raya. Tiba-tiba terbersit suatu pertanyaan, “di mana batas tanah desaku dengan desa yang menghubungkan desa kami ke jalan raya?”. Nama desa itu adalah Dadapkuning. Aku menanyakannya kepada kakakku.

Begini penjelasannya...
Tuesday, May 19, 2015
Tag :

adsense

Blog Archive

Powered by Blogger.

Adsense

Jumlah Pengunjung

Google+ Badge

AdSense

- Copyright © Man Jadda Wajada -