Rabu, 16 Juli 2014

MENYIAPKAN BEKAL LAGI


Temanku bilang aku anak yang baik, karena menepati janjiku untuk pulang ke daerah asal. Lalu aku tanya dia, kenapa tidak pergi keluar cari suasana baru. Dia bilang dia ingin mengajakku. He, aku bilang aku juga punya rencana untuk pergi lagi. Lalu dia nyeletuk, masak baru pergi udah pergi lagi. Aku bilang: seperti halnya orang yang jualan, orang yang mengajar tentu butuh mencari ilmu lagi untuk menambah ilmu lagi, agar ada kemajuan untuk dirinya dan orang yang diajarinya.

SUASANA BARU, KESYUKURAN BARU


Bulan Juli ini saya ada yang baru yang ingin saya ceritakan. Tempat dan suasana baru, yang sebelumnya belum aku rasakan dan alami.

Ya, sejak akhir juni kemarin aku pulang ke daerah asalku, seperti yang telah aku ceritakan sebelumnya. Aku sekarang sudah tidak di PUTM lagi. Aku sudah di Gresik.

Sekarang aku bekerja di sekolah menengah pertama (SMP) Muhammadiyah 12 GKB Gresik. Konon sekolah ini terbilang elit. Banyak yang bilang kalau aku beruntung bisa bekerja di sekolah ini. Sebenarnya aku tidak sedang bekerja, tapi mengabdi. Aku benar-benar tidak punya tujuan bekerja. Kalau aku bekerja tentu aku punya tujuan sebelumnya. Kenapa aku bekerja di sini, apa yang akan aku dapatkan di sini, dan seterusnya. Tapi aku di sini diminta untuk bekerja di sini, mengabdi, membagikan apa yang telah aku dapatkan di luar sana, di Jogja. Tapi sebenarnya akulah yang mendapatkan banyak hal di lingkungan baruku ini.

Minggu, 22 Juni 2014

PEMIMPIN ITU...


Sob, aku udah pernah bilang.. aku itu suka ngamatin orang. Ya, apapun lah, dan gimana pun aku meresponnya. Bagiku itu semua adalah proses belajar.
Nah, di PUTM ini, lagi-lagi aku mendapati orang yang membuat aku belajar, termasuk juga aku mengamati diriku sendiri. Kali ini tentang sosok seorang pemimpin. Dari berbagaim macam pemimpin yang ada, aku menyimpulkan beberapa hal:

PENYAKIT JASMANIYAH DAN ROHANIYAH


Tadi malam thalabah PUTM mengadakan acara perpisahan dengan warga Kaliurang. Acaranya penyerahan kenang-kenangan dan sepatah dua kata dari perwakilan thalabah, serta ada pengajian juga. Pengajian ini disampaikan oleh Ustadz Ikhwan Ahada, mantan direktur Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Nah yang ingin aku ceritakan di sini adalah isi dari pengajian tersebut, yakni tentang penyakit yang melanda manusia.

SALON KEPRIBADIAN THALIBAT SERI 6 ; MEMULAI AKTIFITAS


Kalau orang-orang pada umumnya, bangun shubuh atau habis shubuh baru membuka mata itu wajar. Atau serajin-rajinnya ya masih menegakkan tahajud meski mata terkantuk-kantuk. Dan itu pun Cuma seminggu sekali. Lha kalau calon ulama??? Ini yang jadi perhatian kita. Namanya calon ulama, calon orang yang mau jadi penerang umat, pembawa obor kebenaran. Bangun tahajud harusnya dilakukan dengan seringan-ringannya. Bukan maksudnya shalat tahajud cuman dua rokaat aja trus witir satu rokaat... bukaaaan..! maksudnya, nggak ada rasa berat gitu waktu bangun tahajud. Ya, standarnya jam tiga lah kita bangun untuk shalat tahajud. Lha gimana mau jadi calon ulama yang keren n beken, wong dibangunin untuk shalat tahajud aja masih males-malesan???

DARI AWAL HINGGA SUWANDI

Sejak di PUTM aku sering mengamati orang-orang di sekitarku. berharap bisa belajar suatu nilai kehidupan dari mereka. Kog sejak di PUTM? bukan berarti sebelum di PUTM aku nggak pernah belajar. Tapi ketika di PUTM lah, banyak karakter baru yang aku pelajari. Tentu saja aku tidak melupakan sosok-sosok lama yang sudah menginspirasi di antara temanku. Di antaranya adalah Slamet Subagio, yang kisahnya pernah aku tulis dalam cerpen dan dimuat di majalah KUNTUM edisi April 2010 kalo nggak salah.

Nah, ketika aku jadi musyrifah, aku juga banyak mengamati orang-orang di sekitarku juga.

Sabtu, 19 April 2014

SALON KEPRIBADIAN THALIBAT SERI 5a (YANG MENGHANYUTKAN)


Ngelamun
Ngelamun yang saya maksud disini adalah mengkhayal. Ini beda dengan merenung yang memikirkan. Ngelamun disini dia hanya berangan-angan tanpa tujuan yang jelas. Kalo gitu semua orang juga tahu kalo ngelamun alias mengkhayal ini sebenarnya nggak baik. Ngelamun hanya akan menghabiskan waktu kita. Siapapun orangnya kalo ngelamun pasti ditegur oleh orang-orang dekatnya yang menyaksikannya. Bahkan mungkin orang lain juga akan menegur ketika melihat kita ngelamun. Coba bandingkan dengan kerjaan-kerjaan lain yang meskipun salah, kadang orang lain bahkan orang-orang dekat kita sungkan untuk menegur karena alasan tertentu. Sedangkan ketika kita ngelamun, orang lain yang melihat kita nggak akan tinggal diam. Ya karena sangat buruknya efek ngelamun itu.